Roh pula berkait dengan Allah s.w.t dan perkaitan itu dinamakan as-Sir (Rahasia). Roh menjadi nyawa kepada hati dan Sir menjadi nyawa kepada roh. Boleh juga dikatakan bahwa hakikat kepada hati adalah roh dan hakikat kepada roh adalah Sir. Sir atau Rahasia yang sampai kepada Allah s.w.t dan Sir yang masuk ke Hadirat-Nya.
Jadi pada hakikatnya cahaya adalah diri matahari itu sendiri, dan tidak lain. Memahami nur sebagai diri Muhammad jangan seperti memahami cahaya secara harfiah, melainkan harus kepada esensi sebagaimana Allah juga menamakan diri-Nya sebagai sumber cahaya langit dan bumi, "Allah Pemberi cahaya kepada langit dan bumi." (An Nur: 35). 1.
HAKIKAT NUR MUHAMMAD TENTANG PENCIPTAAN MANUSIA DAN MAKNA SHALAWAT. Laki² adalah simbol Ar Rahman Nya (Pengasih). Wanita adalah simbol Ar Rahim Nya (penyayang). Jika Laki² dan wanita saling mencintai,lalu menikah, sejatinya mereka sedang menyatukan sifat Kasih dan Sayang Nya (Ar Rahman Ar Rahim).dengan demikian,maka pancaran kuasa Nur
Alam LAHUT ialah alam ghaib bagi kebesaran Nur Muhammad dan bagi kita alam Lahut itu ialah Bathin tempat Rahasia, Iman, Islam, Tauhid dan Ma'rifat, maka ke 4 (empat) macam alam itu adalah semuanya wujud kesempurnaan tajalli Nur Muhammad, dan 4 (empat) macam alam itu lagi terhimpun kepada kebenaran wujud diri Rasulullah yang bernama INSANUL
Dan kalau telah jelas dalam hati marifatkan hakikat Nur Muhammad itu, maka hendaklah engkau mesrakan Nur Muhammad itu kepada Roh dan kepada batang tubuhmu dan kepada seluruh kainat. Kalau sudah benar- benar mesra, insya allah engkau akan melihat keelokan zat yang wajibal wujud.
A A A Syekh Abdul Qadir Al-Jilani (470-561 H) dalam kitabnya Sirrul Asror telah menjelaskan bahwa yang pertama kali Allah ciptakan adalah "Nur Muhammad" dari cahaya suci Keindahan-Nya. Ini dinyatakan juga oleh Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam sabdanya: "Mula-mula Allah ciptakan ruhku. Pada awalnya diciptakan-Nya sebagai ruh suci".
29/05/2021. Peran Cahaya Allah dalam Penafsiran Surah An-Nur Ayat 35. Allah swt menggambarkan diri-Nya secara langsung, salah satunya melalui Surah an-Nur ayat 35, selain itu juga pada Surah al-Ikhlas [112]: 1-4. Allah menggambarkan diri-Nya, dengan " nur " (cahaya), demikian kata Ibn 'Arabi. Dia menyifati diri-Nya dengan istilah ruh al
Menurut Asy-Syaikh Al-Imam Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atho'illah As-Sakandari, menjelaskan bahwa hakikat NUR yang sebenarnya hanyalah Nur Allah SWT, sedang sebutan cahaya bagi selain Dia hanyalah kiasan, tak ada wujud sebenarnya. Karena itu, As-Sakandari membedakan makna nur kepada pengertian di kalangan orang awam dan pengertian di kalangan
Penjelasan tentang nur 'ala nur yang artinya cahaya di atas cahaya dalam surat An-Nur ayat 35, terkadang dikaitkan dengan istilah nur Muhammad atau cahaya Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.. Banyak yang meyakini, terutama dari kalangan Sufi, bahwa cikal bakal alam semesta adalah cahaya Nabi Muhammad. Menurut mereka, nur Muhammad diciptakan dari cahaya Allah.
Berikut ini sebagian perkataan kaum sufi tentang nur atau hakikat Muhammad: (1) "Allah adalah Dzat alam yang ada (Dzatul maujudat), maka Allah menjadikan Nur Muhammad sebagai mahluk pertama. makhluk bertumpu kepadanya". Inilah pendapat Ibnu Arabi dengan paham Wihdatul Wujudnya. (Lihat: Kitab At Ta'liqat 'ala.
w5NMH.