Agaranda mendapatkan efek bokeh terbaik, tempatkanlah subjek anda sedekat mungkin dengan lensa. Jika anda berfokus terhadap objek yang begitu dekat dengan kamera, sudah dapat dipastikan bahwa cahaya pada latar belakang gambar tersebut menghasilkan efek blur yang menakjubkan. Efek blur tercapai pada bukaan aperture terkecil, seperti pada bukaan: f/8.
Baliklahlensa dan tahan menggunakan tangan. :D Belajar Fotografi Pemula Saya pernah memotret dengan membalikan lensa dan ditahan dengan tangan, prinsipnya sama dengan reverse ring tapi sedikit lebih sulit karena tangan akan terasa lelah.
Pengambilanadegan yang lebih luas juga mengurangi dampak kerusakan pada area sekitar gambar. Jika Anda pernah memotret dengan lensa fisheye dan memasukkan matahari dalam frame, Anda akan melihat matahari menunjukkan sunbursts bahkan pada bukaan aperture yang lebar. Coba Anda lihatlah gambar di bawah ini yang ditangkap dengan lensa fisheye:
Cobalahtraveling dengan lensa 18-200mm, maka kita bisa bermalasan memotret dari tempat kita berdiri. Dari obyek yang jauh sampai obyek yang dekat semua hampir tercover. Dengan lensa prime kita harus berjalan mendekat (atau menjauh) supaya obyek tadi pas masuk di frame. 4. Kualitas Optik Lensa Zoom Kelas Pro Tidak Kalah Jauh Dengan Fix
Lensaini mampu memenuhi kebutuhan standart mulai dari landscape sampai dengan focal length 50 mm yang biasa digunakan untuk keperluan portrait atau foto keluarga saat bepergian. Jika anda menginginkan lensa dengan kualitas superior dan terbaik dikelasnya pilihah lensa canon EF 24-70mm f/2.8L USM. Namun untuk bila budget anda lebih terbatas
1 Menentukan lokasi Foto lansekap. Dok: Martha Suherman Martha menuturkan hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. Salah satunya adalah menentukan lokasi yang akan didatangi.
FotoPortrait Dengan Lensa Fix 50mm F1 8 Seni Dan Teknik - Download. Download. 10 Alasan Mengapa Lensa 50mm Terbaik Bagi Anda - Download. Cara Memotret Blur Dengan Kamera Dslr Perlu Teknik - Download. Mau Beli Lensa Apa Ya - Download. Tips Memilih Lensa Sesuai Destinasi Travelingmu 8 Teknik Paling Ampuh Memotret Landscape Di Siang Hari
Memotretmacro biasanya saya lakukan apabila memang tidak bisa pergi jauh untuk memotret landscape. Terkadang cukup di depan pintu kos, atau melipir ke sawah yang bisa dituju dengan menggunakan sepeda. Secara teknis, memotret macro itu memerlukan lensa yang biasanya memang bisa dikatakan melebih harga body kamera DSLR entry level.
Samyang8mm F2.8 UMC FISH EYE II. Akhir Kata. Pada kesempatan kali ini, memberikan rekomendasi lensa wide Fujifilm murah baik dari Fujifilm maupun merek lain. 1. Fujinon 10-24mm F/4. Lensa wide angle Fujifilm terbaik untuk mengambil gambar landscape adalah Fujinon 10-24mm F/4.
Memotretsunrise dan sunset (sebenarnya gak ada bedanya dari sisi fotografi, yang beda cuma sunrise lebih dingin dan sepi daripada sunset, dan yang satu terbit dan yang lainnya tenggelam he he he). Buka info ini 25 jan 2020 dan masih sangat bermanfaat terutama buat kami yg baru belajar foto landscape pake DSLR, dan hasilnya tidak
f7j1ee. - Kamu punya lensa 50mm? Pasti beli buat bisa motret mba model kan? Biar bisa bokeh-bokeh-an.. Udah mengaku saja.. heheh.. Membuat foto dengan menggunakan lensa 50mm itu cukup mudah kok. Kalau mau dapat hasil yang lebih baik, kamu harus tahu trik-trik menggunakannya. Nah kali ini saya mau coba share bagaimana sih cara memaksimalkan foto model kamu biar lebih bagus hasilnya dan instagramable. Dengan alasan memotret menggunakan lensa kit 18-55 sudah membosankan, maka pada umumnya untuk melakukan foto model murah meriah kita bisa menggunakan lensa fix, seperti fix 50mm, fix 85mm, atau fix 135mm. Nah ketiga lensa itu disebut lensa untuk foto model sebab memiliki karakter bokeh dan dof yang berbeda-beda. Buat kamu yang memiliki lensa 50mm, ini beberapa poin yang harus kamu perhatikan sebelum memotret model menggunakan lensa 50mm. 1. Selalu gunakan bukaan terbesar pada lensa fix 50mm yang anda pakai sumber foto Hal pertama adalah kamu harus selalu menggunakan bukaan terbesar. Kemampuan maksimal lensa fix sebenarnya ada pada bukaan terbesarnya. Misalnya kamu punya lensa fix 50mm dengan f/ maka gunakan selalu f/ nya. Itu akan membuat foto kamu memiliki dimensi yang sangat bagus, selain itu dof yang didapat juga sempit tapi memimliki bokeh yang bagus. 2. Ketahui dof dari lensa kamu Berhubungan dengan yang di atas, dof sangat berkaitan dengan berapa f yang digunakan. Semakin besar bukaan kamu, semakin sempit dof yang dihasilkan fotomu. Misalnya. Kamu memotret model di depan kamu dengan f/ yang muncul di kamera kamu wajah model sampai ke dada misalnya, maka dof yang kamu dapat mungkin antara matanya sampai ke belakang rambutnya. Maka di bagian belakang nya sudah tidak fokus lagi. Jika kamu memotret model dengan pose yang extreme, maka kamu mesti memperhatikan hal ini dengan baik. 3. Ketahui karakter bokeh lensa kamu sumber foto Hal yang menarik dari lensa fix adalah karakter bokehnya. Berbagai lensa fix yang dijual di pasaran memiliki karekter bokeh yang berbeda-beda. Ada yang bokeh hancur, ada yang bokeh bulat-bulat, ada yang bokeh memutar/swirly, dan masih banyak lagi. Dengan memiliki lensa bokeh yang bagus maka foto kamu akan unik, model yang kamu foto pasti suka banget sama hasil foto kamu itu. Sebenarnya foto bokeh dengan lensa kit 18-55 juga bisa kamu lakukan, tapi untuk foto model hasilnya kurang maksimal. 4. Atur jarak kamu dengan model jangan terlalu dekat, jangan terlalu jauh sumber foto Nah jarak kita dengan model juga sangat mempengaruhi. Jika memang kamu mengejar bokeh, maka tidak ada salahnya kamu sedikit mendekat ke model, tapi jika tidak terlalu mengejar bokeh maka sebaiknya kamu bisa mundur sehingga keseluruhan tubuh model kelihatan. Tapi jangan melupakan tentang komposisi foto ya. 5. Selalu shot dengan angel yang lain dari yang lain sumber foto Yup, demi kreatifitas, seorang fotografer harus memiliki angle foto yang menarik. Jangan terpaku sama angle yang itu itu saja yang paling sering digunakan teman-teman kalian saat memotret. Usahakan untuk mengexplore angle foto sendiri. Kamu juga harus melihat si model itu lebih bagus dishot dari sisi mana, sebab model pasti punya angle foto favorit mereka, kamu juga bisa tanyakan ke mereka dari mana angle foto favorit mereka. 6. Shot dengan mode high/fine .jpg sumber foto Untuk hasil yang maksimal sebaiknya gunakan file raw pada kamera kamu. Namun jika kamu tidak menggunakan file raw karena memakan memori terlalu besar, sebaiknya gunakan resolusi tertinggi kamera kamu. Biasanya ditandai dengan file fine/high jpg. 7. Gunakan pencahayaan available, dan tambahkan sedikit artificial light sumber foto Jaman sekarang mengkombinasikan available dengan sedikit semburan flash sebagai artificial light dapat membuat foto makin berdimensi. Jika kamu punya flash dengan hss, maksimalkan itu, kamu bisa menggunakan f stop terbesar kamu sehingga mendapatkan dof yang menarik dan highlight sebagai fill in foto mu. 8. Jangan takut crop foto sumber foto Jika kamu punya ukuran foto yang besar, dan tidak suka dengan crop yang kamu ambil langsung dari kamera kamu, kamu bisa melakukan crop. Bebas saja, kamu bisa crop square, 2x3, 16x9, dan costum. Terserah kreativitas kamu. 9. Maksimalkan edit foto di photoshop atau lightroom. sumber foto Dan hal yang paling terakhir untuk memaksimalkan foto model dengan menggunakan lensa 50mm adalah gunakan tool software edit foto seperti photoshop atau lightroom. Kamu bisa menggunakan dodge dan burn, mengatur kotras dan mengkoreksi warna atau menambahkan filter pada foto model mu. Akhir kata Demikian tips memaksimalkan foto model dengan menggunakan lensa 50mm. Kesembilan tips di atas bisa kamu pakai bukan hanya untuk foto model, tapi untuk foto apapun. Dengan memahami alat yang kita punya maka hasil foto akan jauh lebih baik. Semoga tips ini bisa membuat foto kamu lebih bagus.
Sebagai pemula, kamu harus mulai mengenali ragam jenis lensa kamera. Masing-masing lensa memiliki fungsi, cara pakai, dan hasil memotretnya sendiri. Lantas, apa saja jenis-jenis lensa kamera yang bisa kamu pakai untuk memotret? Berikut Glints berikan rekomendasinya untukmu. 1. Lensa kit lensa bawaan © Seperti namanya, lensa kit adalah lensa bawaan yang sudah termasuk dalam paket saat membeli kamera. Ukuran lensa kit pada umumnya adalah 18-55 mm dengan jarak fokal yang lebar. Bukaan atau aperture lensa ini tidak maksimal sehingga autofocus-nya lambat. Oleh karena itu, lensa bawaan cenderung lebih cocok untuk pemotretan statis dan bersudut lebar. Contohnya seperti foto-foto landscape, bangunan, portrait, dan pemotretan acara angle lebar. Jenis lensa kamera ini juga cukup bagus untuk menciptakan ilusi ruangan. Kamu bisa membuat objek yang ingin ditonjolkan jadi tampak lebih jauh dari sebenarnya, sementara objek-objek dekat kamera malah tampak diperbesar. 2. Lensa fix lensa prime © Lensa fix atau lensa prime adalah jenis lensa kamera yang semua elemen lensa, mulai dari focal length, zoom, dan aperture-nya, bersifat permanen alias tidak bisa diutak-atik. Dengan lensa ini, kamu hanya bisa memotret dari satu angle. Jadi kalau ingin menghasilkan gambar wide shot dan close up, kamu harus berpindah lokasi. Bukan dengan mengutak-atik zoom di kamera. Namun, meski tidak bisa diubah, lensa kamera fix menghasilkan kualitas gambar yang tajam dalam situasi apa pun. Lensa prima bagus untuk semua jenis foto, khususnya fotografi landscape, portrait, foto-foto pernikahan, dan panorama. Jenis lensa kamera ini juga bagus untuk memotret pada pencahayaan yang minim atau remang-remang tanpa perlu menggunakan ISO tinggi. 3. Lensa standar lensa normal © Lensa standar biasanya berukuran 40-60 mm. Jenis lensa kamera ini bagus untuk memotret foto-foto lanskap. Soalnya, gambar yang ditangkap oleh kamera akan sangat mirip seperti yang dilihat mata manusia. Jenis lensa normal juga bagus untuk mengabadikan panorama karena menurut fotografer Jimmy Chin dalam Master Class, fitur zoom lensa standar memiliki panjang fokus yang cukup kecil di ujung bawah untuk mengambil sudut lebih lebar dan foto full-frame. 4. Lensa sudut lebar wide angle lens © Wide angle lens adalah jenis lensa kamera untuk menangkap area yang luas dalam satu bidang foto. Maka itu, lensa bersudut lebar sangat cocok untuk foto-foto landscape. Dengan ukuran lensa rata-rata 17-40mm, kamu bisa mendapatkan porsi pemandangan yang lebih banyak dan hasil gambar jauh lebih jelas. Semakin rendah angka focal length, semakin banyak gambar yang bisa masuk dalam foto. Jenis lensa lebar juga bagus untuk menangkap keseluruhan bangunan tanpa terpotong. Cole Classroom mengingatkan bahwa hasil foto dengan lensa lebar kadang bisa terdistorsi. Khususnya jika dalam foto tersebut ada gambar wajah. Jenis lensa kamera ini juga tidak begitu bagus untuk memotret dengan efek bokeh atau latar belakang buram. Meski begitu, kamu tetap bisa mengakalinya saat proses pengeditan foto nanti. 5. Lensa tele telephoto lens © Lensa tele digunakan untuk memotret objek atau pemandangan dari jarak yang sangat jauh. Jenis lensa ini juga punya banyak titik fokus dan dapat melakukan zoom dengan sangat detail. Dengan lensa tele, kamu bisa mengisolasi dan memfokuskan objek yang jauh. Oleh karena itu, lensa tele sangat bagus untuk memotret pemandangan outdoor, seperti bentang alam, pertandingan olahraga, satwa-satwa liar, hingga foto-foto planet dan bintang. Akan tetapi, lensa tele biasanya berukuran besar dan berat untuk dibawa-bawa. Kamu memerlukan tripod untuk menopang kamera ini. 6. Lensa makro © Nicole Young Kalau kamu ingin mengabadikan detail terkecil dari objek, gunakanlah lensa makro. Jenis lensa kamera ini sangat bagus untuk memotret close up yang sangat ekstrem. Kamu bisa zoom objek hingga lima kali ukuran sebenarnya. Tidak perlu khawatir hasilnya akan blur atau pecah. Lensa makro mampu menghasilkan gambar yang tajam, akurat, dan berkualitas tinggi pada jarak yang sangat dekat. Jenis lensa makro sangat bagus untuk fotografi alam, karena kamu akan bisa mengabadikan hampir sebagian besar detail dalam satu gambar. Lensa makro mampu menampilkan detail bulu-bulu halus pada serangga, kepingan salju snowflake, tetesan air pada tanaman, atau detail kilau pada cincin berlian. 7. Lensa fisheye ultra wide angle lens © Lensa fisheye adalah lensa sudut ultra lebar yang dapat menangkap gambar dengan radius 180 derajat penuh di sekitar bidang pandang. Objek-objek dalam foto terlihat terdistorsi, cembung seperti berada dalam gelembung. Objek di sekitarnya tampak kecil dan melengkung, sementara fokus dari objek fotomu akan tampak jauh lebih besar dari biasanya. Lensa fisheye paling sering digunakan dalam fotografi kreatif, abstrak, dan fotografi komersial. Untuk memotret aktivitas olahraga dan pemandangan, lensa ini juga sangat berguna. Lensa fisheye juga cenderung menawarkan aperture maksimum yang lebih baik. Artinya, kamu bisa memotret dalam cahaya rendah dengan lebih mudah. 8. Lensa tilt-shift © picture correct Lensa tilt-shift adalah jenis lensa yang bisa kamu gunakan untuk memanipulasi gambar. Lensa kamera ini umumnya bersudut lebar, mulai dari 17mm hingga 35mm. Dengan lensa ini, kamu dapat membuat objek tampak lebih kecil dari ukuran atau dimensi aslinya. Kamu juga bisa memanipulasi bidang fokus dan angle gambarnya. Misalkan menjadi miring, naik, dan turun. Semua ini bisa kamu atur lewat posisi optik agar sesuai dengan sensor kamera. Lensa tilt-shift mampu menghadirkan fokus tajam dengan saturasi dan kontras yang sangat baik. Maka, jenis lensa kamera tilt-shift lebih cocok digunakan untuk memotret arsitektur dan fotografi seni rupa. 9. Lensa infrared © Digital Camera World Jenis lensa infrared bermain dengan menangkap cahaya, bukan perspektif gambar. Jenis lensa kamera ini akan menyaring semua gelombang cahaya, kecuali gelombang infrared yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia. Hasilnya adalah gambar dengan efek visual yang unik, berkontras tinggi, dan surealis. Pohon dan tanaman akan tampak putih atau hampir putih. Pakaian hitam bisa tampak abu-abu atau putih. Langit biru juga tampak jauh lebih dramatis. Jika memotret manusia, hasilnya juga unik. Kulit akan tampak memiliki tekstur yang sangat halus dan putih jernih seperti susu. Mata bisa tampak seperti hantu, dengan warna iris lingkaran hitam mata jadi sangat gelap dan bagian putih mata menjadi keabu-abuan. 10. Lensa zoom © Menurut PhotoGuard, lensa zoom adalah salah satu jenis lensa kamera yang paling umum, serbaguna, dan kamu perlukan jika ingin membangun portofolio fotografi yang bagus. Bahkan jika kamu seorang fotografer pemula. Dengan lensa zoom, kamu bisa memotret apa pun, mulai dari lautan manusia di arena konser hingga satwa liar di hutan atau alam terbuka. Lensa zoom yang paling populer adalah lensa 70-200 mm. Jenis lensa kamera ini paling sering digunakan oleh fotografer pernikahan. Ada juga ukuran lensa yang lebih kecil daripada itu, yaitu di rentang 18-270mm. Lensa zoom juga cocok untuk travel photographer mengabadikan panorama secara close up dan dari jarak jauh. Itulah 10 jenis lensa kamera yang perlu kamu tahu jika ingin mulai menggeluti dunia fotografi. Jadi, dari jenis-jenis lensa kamera di atas, mana yang kamu paling butuhkan untuk mulai menyusun portofolio? Nah, kalau kamu membutuhkan tips-tips lain seputar fotografi atau informasi karier menjadi fotografer, kamu bisa cari tahu lebih banyak di Glints Blog. Glints sudah menyiapkan ragam artikel terkait dunia forografi yang bantu kamu dapat ilmu-ilmu baru. Yuk, temukan dan baca selengkapnya dengan klik link ini! 11 Types of Lenses Explained! Different types of camera lenses and when to use them Photography 101 Understanding Camera Lenses Basics
Cara Memotret Landscape – Landscape dalam bahasa Indonesia adalah bentang alam. Cabang ilmu fotografi yang mempelajari foto bentang alam disebut juga sebagai landscape photography. Cara memotret landscape tidak hanya diminati oleh fotografer profesional saja, DIYKamera yakin fotografer yang bermodalkan smartphone juga pasti akan mempunyai keinginan mengabadikan bentang alam yang indah misalnya gunung, pantai, desa, laut, dan lainnya. Jika kita menggali lebih dalam lagi, fotografi landscape itu tidak semudah yang kita bayangkan. Seorang fotografer ditantang untuk dapat memberikan hasil yang senatural mungkin dan ia harus dapat membuat viewer merasakan aura dan seolah-olah hadir atau berada pada lokasi tersebut. Nah lalu bagaimana cara memotret landscape dengan indah?Cara Memotret LandscapeLalu bagaimana cara memotret landscape yang benar sehingga hasilnya bagus? Disini kami akan memberikan tips dan trik dalam memotret foto landscape yang mungkin bisa berguna bagi anda objek yang akan dipotretDalam cara memotret landscape ini anda harus menentukan objek mana yang akan anda potret, apakah anda akan memotret air terjun, perkotaan, jalan raya, jalan tol, laut, aliran sungai, ombak, pegunungan, tumbuhan, dan lain-lain. Jika anda sudah terfokus ke satu objek, anda bisa mencari referensi mengenai foto landscape objek tersebut tapi ingat jangan sampai plagiasi ya!, anda bisa mendapatkan referensinya dari internet atau majalah peralatan yang diperlukanTentunya anda harus mempersiapkan seperangkat peralatan kamera dan tas kameranya agar kamera anda terjaga dari kerusakan yang mungkin dapat disebabkan oleh kecelakaan teknis di alam. Ingat juga! Fotografi landscape adalah fotografi di alam yang tidak memungkinkan anda untuk menemukan aliran listrik secara bebas, oleh karena itu anda harus menyiapkan setidaknya 1 baterai cadangan pada kamera sehingga dalam pemotretan ketika kamera anda low battery, anda hanya tinggal mengganti baterainya saja. Dalam cara memotret landscape ini selain baterai, peralatan tambahan lainnya seperti tripod atau kaki tiga juga kadang dibutuhkan agar teknis pemotretannya lancar. Tripod akan membuat kamera lebih stabil dibandingkan dengan menggunakan kedua tangan anda, kestabilan kamera akan membuat hasil gambar menjadi tajam dan sesuai dengan yang diinginkan. Jika ada, anda juga bisa menyiapkan filter ND atau shutter speed, ISO, dan apertureNah kita memasuki cara memotret landscape yang keempat. Memotret objek landscape yang berbeda juga berarti anda harus mengatur shutter speed, ISO, dan aperture yang berbeda pada kamera DSLR tersebut. Misalnya jika anda ingin memotret air terjun anda bisa menggunakan aperture f/22, shutter speed 2,5 detik, ISO 100, dengan focal length lens 22 mm bergantung kamera dan lensa yang anda miliki, memotret air terjun harus menggunakan shutter speed yang lambat dan dibutuhkan filter ND atau polarisasi agar hasilnya lebih dramatis dan lebih baik lagi. Pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture untuk landscape berupa laut, ombak, dan yang lainnya pun berbeda lupakan objek di sekelilingNah pada cara memotret landscape ini yang tidak kalan penting adalah jika anda sudah memfokuskan suatu objek pada fotografi landscape, jangan pernah melupakan objek di sekeliling yang menjadi background. Contohnya, jika anda berniat untuk memotret laut, anda baiknya memotret langitnya atau pasirnya untuk mempercantik hasil foto anda, jika anda hanya memotret lautnya saja, kesan datar atau flat akan timbul pada foto anda. Oh ya! Jangan lupakan foreground, memotret objek dengan foreground seperti tanah atau bebatuan juga merupakan hal yang menarik dan menjadi point of interest suatu fotografi landscape dan cobalah eksperimenMenghasilkan foto yang bagus dalam fotografi landscape membutuhkan otak yang kreatif dan eksperimen yang berani. Misalnya, untuk mendapatkan foto air terjun yang bagus anda harus mendapatkan angle yang bagus pula, bisa saja itu didapat ketika anda memotret di depan air terjun dimana medannya adalah sungai yang agak dalam airnya, anda harus berani dan rela berkorban demi itu. Misalnya juga ketika anda akan memotret sunrise dan sunset, tentunya anda harus rela untuk bangun pagi atau menunggu golden hour tersebut bukan?Itulah beberapa cara yang dapat anda terapkan dalam cara memotret landscape, semoga informasi yang DIYKamera sampaikan ini bermanfaat bagi anda semua!