Ulamasendiri berfatwa dan memahami hukum-hakam di dalam agama dengan merujuk kepada al-Quran dan Sunnah. Ciri utama ulama yang mewarisi nabi ialah dengan mengambil ilmu daripada para nabi dan rasul melalui cara yang bersanad. Selain itu ulama perlu memiliki sikap para nabi iaitu ikhlas kerana Allah. Rencana ini telah disiarkan dalam segmen
Dalamsalah satu sabdanya, Rasulullah Saw menjelaskan ulama itu merupakan pewaris para Nabi (al-'ulama waratsatul anbiya). Para nabi tidak mewariskan harta melainkan ilmu. Selanjutnya, didalam masyarakat Indonesia ada beberapa istilah yang berkembang sesuai dengan konteks lokal untuk menyebut ulama.
Ciriciri ulama yang sebenar itu mereka tidak dengki pada mereka yang ada PHD dan mereka juga angkuh sombong mendabik dada menghina menghukum orang yang kurang ilmunya. Tetapi ulama pewaris Nabi itu yg mengajarkan kpd kita ketiga2 ilmu diatas maka sempurnalah pemahaman kita SEJAUH MANA KITA BERSYUKUR KPD ALLAH KERANA MEMBERI GARIS PANDUAN
MenurutAl Ghozali, ulama' adalah orang yang berilmu serta mengamalkan ilmunya sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah " Tidak disebut 'Alim sampai dia mengamalkan Ilmunya." Imam Ghazali membagi ulama dalam dua kategori, 1.Ulama Akherat 2. Ulama Dunia(Ulama' Su') Yang pertama adalah ulama pewaris Nabi, warasat al-anbiya.
Ulamaadalah orang-orang yang memiliki pemahaman agama Islam yang luas dan mendalam, juga mengikuti sunnah Nabi sehingga memiliki perilaku yang hampir mirip dengan Nabi karena ulama selalu menjadikan Nabi sebagai suri tauladan. Hal ini juga didasari
Denganilmunya, mereka mengembangkan dan menyebarkan agama yang haq, baik dalam masalah ibadah maupun muamalah. Menurut Syeikh Imam Nawawi Albantani, beberapa ciri-ciri ulama pewaris nabi antara lain: a. Memiliki keimanan yang kokoh, ketakwaan yang tinggi, berjiwa istiqamah dan konsisten terhadap kebenaran. b. Memiliki sifat-sifat kerasulan: jujur (shiddiq), amanat (amanah), cerdas (fathanah
Denganuraian dan dasar Al Quran di atas maka Islam tidak mengenal peran ulama sebagai pewaris para nabi karena pewaris para nabi itu adalah KHALIFAH (QS. 6:165, 10:14 dan 73) dengan dasarnya yang kuat yakni QS. 38:26 tersebut. Dalam al-Qur'an kata ulama disebutkan pada dua tempat, yaitu: surat al-Syu'ara' ayat 197 dan surat Fathir ayat 28.
WarasatulAnbiya. Ulama pewaris para nabi (al-'ulama warasatul anbiya). Ulama adalah pelita bagi bumi. ADA tiga hal yang menjadi sendi utama dalam Islam itu, yaitu iman, Islam, dan ihsan. Perhatian terhadap iman memunculkan ilmu tauhid atau ilmu kalam (teologi). Perhatian khusus pada aspek Islam (dalam pengertian yang sempit) menghadirkan
AsySyaikh Shalih Fauzan mengatakan, "Kita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barang siapa terjatuh dalam perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum muslimin.
Ulamapewaris Nabi artinya menerima dari ulama-ulam a yang sholeh sebelumnya yang tersambung kepada Rasulullah shallallah u alaihi wasallam. Dalam perkara agama tidak ada hal yang baru. Kita justru harus berlaku jumud atau istiqomah sebagaiman a apa yang disampaika n oleh lisannya Rasulullah shallallah u alaihi wasallam. Salah satu ciri dalam
XX7gkkp. Di samping sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-hamba-Nya, dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala juga menjadikan para ulama sebagai pewaris perbendaharaan ilmu agama. Sehingga, ilmu syariat terus terpelihara kemurniannya sebagaimana awalnya. Oleh karena itu, kematian salah seorang dari mereka mengakibatkan terbukanya fitnah besar bagi muslimin. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengisyaratkan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan Abdullah bin Amr ibnul Ash, katanya Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ุฅูููู ุงูููู ูุงู ููููุจูุถู ุงููุนูููู
ู ุงููุชูุฒูุงุนุงู ููููุชูุฒูุนููู ู
ููู ุงููุนูุจุงูุฏูุ ูููููููู ุจูููุจูุถู ุงููุนูููู
ุงูุกู. ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ููู
ู ููุจููู ุนุงูููู
ุงู ุงุชููุฎูุฐู ุงููููุงุณู ุฑูุคูููุณุงู ุฌููููุงูุงู ููุณูุฃููููุง ููุฃูููุชูููุง ุจูุบูููุฑู ุนูููู
ู ููุถูููููุง ููุฃูุถูููููุง โSesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.โ HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673 Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan Asy-Syaโbi berkata โTidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu menjadi satu bentuk kejahilan dan kejahilan itu merupakan suatu ilmu. Ini semua termasuk dari terbaliknya gambaran kebenaran kenyataan di akhir zaman dan terbaliknya semua urusan.โ Di dalam Shahih Al-Hakim diriwayatkan dari Abdullah bin Amr secara marfuโ riwayatnya sampai kepada Rasulullah โSesungguhnya termasuk tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah direndahkannya para ulama dan diangkatnya orang jahat.โ Jamiโul Ulum wal Hikam, hal. 60 Meninggalnya seorang yang alim akan menimbulkan bahaya bagi umat. Keadaan ini menunjukkan keberadaan ulama di tengah kaum muslimin akan mendatangkan rahmat dan barakah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Terlebih Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengistilahkan mereka dalam sebuah sabdanya ู
ููุงูุชูููุญู ููููุฎูููุฑู ููู
ูุบุงููููููู ูููุดููุฑูู โSebagai kunci-kunci untuk membuka segala kebaikan dan sebagai penutup segala bentuk kejahatan.โ Kita telah mengetahui bagaimana kedudukan mereka dalam kehidupan kaum muslimin dan dalam perjalanan kaum muslimin menuju Rabb mereka. Semua ini disebabkan mereka sebagai satu-satunya pewaris para nabi sedangkan para nabi tidak mewariskan sesuatu melainkan ilmu. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โUtsaimin rahimahullah mengatakan โIlmu merupakan warisan para nabi dan para nabi tidak mewariskan dirham dan tidak pula dinar, akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan ilmu tersebut, sungguh dia telah mengambil bagian yang banyak dari warisan para nabi tersebut. Dan engkau sekarang berada pada kurun abad, red ke-15, jika engkau termasuk dari ahli ilmu engkau telah mewarisi dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan ini termasuk dari keutamaan-keutamaan yang paling besar.โ Kitabul Ilmi, hal. 16 Dari sini kita ketahui bahwa para ulama itu adalah orang-orang pilihan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman ุซูู
ูู ุฃูููุฑูุซููุงู ุงููููุชุงูุจู ุงูููุฐููููู ุงุตูุทููููููุงู ู
ููู ุนูุจุงูุฏููุงู โKemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.โ Fathir 32 Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman โKemudian Kami menjadikan orang-orang yang menegakkan mengamalkan Al-Kitab Al-Quran yang agung sebagai pembenar terhadap kitab-kitab yang terdahulu yaitu orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, mereka adalah dari umat ini.โ Tafsir Ibnu Katsir, 3/577 Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan โAyat ini sebagai syahid penguat terhadap hadits yang berbunyi Al-โUlama waratsatil anbiya ulama adalah pewaris para nabi.โ Fathul Bari, 1/83 Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan Maknanya adalah โKami telah mewariskan kepada orang-orang yang telah Kami pilih dari hamba-hamba Kami yaitu Al-Kitab Al-Qurโan. Dan Kami telah tentukan dengan cara mewariskan kitab ini kepada para ulama dari umat engkau wahai Muhammad yang telah Kami turunkan kepadamuโฆ dan tidak ada keraguan bahwa ulama umat ini adalah para shahabat dan orang-orang setelah mereka. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memuliakan mereka atas seluruh hamba dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka sebagai umat di tengah-tengah agar mereka menjadi saksi atas sekalian manusia, mereka mendapat kemuliaan demikian karena mereka umat nabi yang terbaik dan sayyid bani Adam.โ Fathul Qadir, hal. 1418 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ุฅู ุงููุนูููู
ูุงุกู ููุฑูุซูุฉู ุงููุฃูููุจูููุงุกูุ ุฅูููู ุงููุฃูููุจููุงูุกู ููู
ู ููููุฑููุซูููุง ุฏููููุงูุฑูุง ูููุงู ุฏูุฑูููู
ุงู ุฅููููู
ูุง ููุฑููุซูููุง ุงููุนูููู
ู ููู
ููู ุฃูุฎูุฐู ุจููู ููููุฏู ุฃูุฎูุฐู ุจูุญูุธูู ููุงููุฑู โSesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.โ Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya 5/169, Ad-Darimi di dalam Sunan-nya 1/98, Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan โHaditsnya shahih.โ Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68 Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhali mengatakan โKebijaksanaan Allah atas makhluk-Nya dan kekuasaan-Nya yang mutlak atas mereka. Maka barang siapa yang mendapat hidayah maka itu wujud fadhilah keutamaan dari Allah dan bentuk rahmat-Nya. Barangsiapa yang menjadi tersesat, maka itu dengan keadilan Allah dan hikmah-Nya atas orang tersebut. Sungguh para pengikut nabi dan rasul menyeru pula sebagaimana seruan mereka. Mereka itulah para ulama dan orang-orang yang beramal shalih pada setiap zaman dan tempat, sebab mereka adalah pewaris ilmu para nabi dan orang-orang yang berpegang dengan sunnah-sunnah mereka. Sungguh Allah telah menegakkan hujjah melalui mereka atas setiap umat dan suatu kaum dan Allah merahmati dengan mereka suatu kaum dan umat. Mereka pantas mendapatkan pujian yang baik dari generasi yang datang sesudah mereka dan ucapan-ucapan yang penuh dengan kejujuran dan doa-doa yang barakah atas perjuangan dan pengorbanan mereka. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atas mereka dan semoga mereka mendapatkan balasan yang lebih dan derajat yang tinggi.โ Al-Manhaj Al-Qawim fi At-Taassi bi Ar-Rasul Al-Karim hal. 15 Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan โKita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barangsiapa terjatuh dalam perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum muslimin. Ulama adalah orang yang wajib kita hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan Islam dan muslimin. Kalau mereka tidak mempercayai ulama, lalu kepada siapa mereka percaya. Kalau kepercayaan telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kaum muslimin mengembalikan semua problem hidup mereka dan untuk menjelaskan hukum-hukum syariat, maka di saat itulah akan terjadi kebimbangan dan terjadinya huru-hara.โ Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 140 Wallahu aโlam. Artikel
OhSantri ~ Berikut ini akan kami jelaskan Pengertian Ulama dalam Konsep Sebagai Pewaris Para Nabi beserta Syarat-syarat dan Ciri-ciri Ulama. Pengertian Ulama Taโrif dan syarat-syarat disebut Ulama Menurut bahasaetimologi, kata ulama berasal dari kata kerja alima berarti mengetahui. Ulama adalah jamak dari bentuk ulama alim yaitu berarti orang yang berilmu atau sarjana. Tidak semua ahli ilmu pengetahuan dapat di sebut ulama. Kata ulama disebut dalam Al-Qurโan sebanyak dua kali. Pertama, dalam konteks ajakan Al-Qurโan untuk memperhatikan turunya hujan dan langit, beraneka ragam nya buah-buahan, gunung, binatang, dan manusia kemudian diakhiri dengan, sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanya lah ulama. QS 3528 ayat ini menggambarkan bahwa yang dinamakan ulama adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah bersifat kawniyah fenomena alam kedua, dalam kntes pembicaran Al-Qurโan yang kebenaran kandungannya telah di akuidiketahui oleh ulama Bani IsrailQS 26197. Hal seruapa dapat di temukan juga dalam hadist Nabi yang bahkan banyak di antara nya justru mengaris bawahi bahwa Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengantarkan manusia kepada pengetahuan tentang kebenaran Allah, taqwa, khasya, dan sebagainya. Untuk dapat di panggil ulama selain harus kedalam ilmu agama, juga harus memenuhi epat kriteria dasar sebagai berikut Pertama memiliki ketaqwaan kepada Allah SWT. Kedua , memiliki sifat utama-utama dalam kehidupan sehari-hari, seperti tekun beribadah baik yang wajib maupun sunah, zuhud melepaskan kepentingan duniawi mempunyai ilmu akhirat ilmu agama dalam sadar cukup. Ketiga, mengerti kemasalahan umatpeka terhadap kepentingan umum dan mengabdikan ilmu nya untuk Allah di sertai niat yang baik benar dalam berilmu maupun beramal. Ke empat, mempunyai kemampuan mewarisi risalah Rasulullah SAW meliputi 1. Mewarisi ucapan, ilmu dan ajaran-ajarannya 2. Mewar isi perbuatan dan tingkah lakunya 3. Mewarisi mental dan aqkhlaknya Ulama merupakan personifikasi yang pengetahuan islamnya luas dan dalam, sekaligus teladan bagi orang yang patuh menjalankan syariโat agamanya perjuang tinggi morilitas islam dan menerjemahknnya dalam tingkah laku sehari-hari. Tanpa mereka kontinuitas dan tradisi islam tidak akan berhasil. Kumpulan Materi ASWAJA MTs Semester Ganjil Dan Genap Untuk Kelas 8 Kumpulan Soal ASWAJA MTs Semester Ganjil Dan Genap Untuk Kelas 8 Disamping empat syarat tersebut, seorang dapat di sebut ulama karena ada pengakuan dari masyarakat, ada saja yang bila dilihat keilmuan dan integritas moralnya memadai, tetapi tidak mendapat pengakuan masyarakat sebagai ulama. Ulama sebagi pewaris Nabi Tugas para ulama dalam menyiarkan ilmu syariโat, mengesakan Allah, membing kebenaran, memdidik akhlak yang sempurna dan menyeru bertakwa kepada Allah SWT adalah identik dengan tugas-tugas para Nabi agar misi mulia itu tidak dapat mereka lakukan dengan sukses, hendaklah mereka mewarisi peninggalan para Nabi. Mereka itulah disebut โulamaโul amilinโ yang selalu konsekuen mengamalkan ilmunya, yang mempunyai kesanggupan bertawa dan khusyuโ dalam menjalankan ibadah kepada Allah secara sempurna melebihi dari orang lain. Ulama sebagai pewaris para nabi mempunyai peran sebagai berikut a. Sebagai pemimpin b. Sebagai motivator pembangunan c. Sebagai panutan masyarakat Kedudukan Ulama 1. Ulama Sebagai Mata Rantai Pewaris Ajaran Islam 2. Macam-Macam Dan Tugas Ulama Ulama itu terbagi menjadi tiga Alim yaitu yang mewarisi ucapan Rasulullah SAW. sebagai ilmu dan pengajar dengan syarat ikhlas, kalau tidak ikhlas maka sama sekali bukan pewaris Nabi. Abid, yaitu yang mewarisi perbuatan Nabi seperti shalatnya, puasanya, perjuangan nya, dan mujahadahnya. Arif, yaitu yang mewarisi ilmu dan amal Rasululah SAW di tambah dengan pewarisan aqhlk dengan batin mental zuhud, waro,โtakut kepada Allah, berharap akan ridhonya,, sabar kecintaan kepada Allah di atas segala apa yang iya cintai di dunia maโrifah penghayatan secara tuntas tentang ketuhanan, dan sebagai nya Empat Tuigas Ulama Ada empat tugas utama yang harus di jalankan ulama sesuai dengan tugas kenabian dalam pengembangkan Kitab Suci Pertama, menyamaikan tabligh ajaran-ajarannya,sesuai dengan peritah wahai rasul sampaikanlah apa yang diturunkan kepada mu dan tuhanmu surat Al-maidah ayat 67 Kedua, menjelaskan ajaran-ajaran berdasarkan ayat โdan kami turunkan Al-kitab kepada muuntuk kamu jelaskan kepada manusia surah An-Nahel ayat 44. Ketiga, memutuskan perkara atau problem yang dihadapi masyarakat bersdasarkan ayat โdan Allah turunkan bersama mereka Al-kitab dengan benar, agar dapat memutuskan perkara yang di perselisih manusi โsurah Al-Baqarah ayat 213 Keempat, memberikan contoh pengamalan, sesuai dengan hadis Aisyah yang diriwayat kan oleh Bukhari, yang menyatakan bahwa prilaku Nabi adalah paktek dari Al-Qurโan.
Beberapa waktu ini, sebutan ulama kerap menghiasi pemberitaan di media; berjubah dan sorban dianggap ulama; follower banyak disebut ulama; sakti diangkat sebagai ulama, dan lain sebagainya. Padahal sangat jelas dalam hadits Nabi berbunyi para ulama adalah pewaris Nabi. Di samping itu masih minimnya pengetahuan masyarakat terkait siapakah yang pantas disebut ulama serta bagaimana ciri-cirinya, sehingga mereka terjebak dengan kemasan dan viralitas tokoh belaka. Pertanyaannya, seperti apakah ciri khas ulama pewaris Nabi? Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Abu Dawud disebutkan ุนููู ููุซููุฑู ุจููู ููููุณู ููุงูู ููููุชู ุฌูุงููุณูุง ู
ูุนู ุฃูุจูู ุงูุฏููุฑูุฏูุงุกู ููู ู
ูุณูุฌูุฏู ุฏูู
ูุดููู ููุฌูุงุกููู ุฑูุฌููู ููููุงูู ููุง ุฃูุจูุง ุงูุฏููุฑูุฏูุงุกู ุฅููููู ุฌูุฆูุชููู ู
ููู ู
ูุฏููููุฉู ุงูุฑููุณูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุญูุฏููุซู ุจูููุบูููู ุฃูููููู ุชูุญูุฏููุซููู ุนููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ู
ูุง ุฌูุฆูุชู ููุญูุงุฌูุฉู ููุงูู ููุฅููููู ุณูู
ูุนูุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููููู ู
ููู ุณููููู ุทูุฑููููุง ููุทูููุจู ููููู ุนูููู
ูุง ุณููููู ุงูููููู ุจููู ุทูุฑููููุง ู
ููู ุทูุฑููู ุงููุฌููููุฉู ููุฅูููู ุงููู
ูููุงุฆูููุฉู ููุชูุถูุนู ุฃูุฌูููุญูุชูููุง ุฑูุถูุง ููุทูุงููุจู ุงููุนูููู
ู ููุฅูููู ุงููุนูุงููู
ู ููููุณูุชูุบูููุฑู ูููู ู
ููู ููู ุงูุณููู
ูููุงุชู ููู
ููู ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููุงููุญููุชูุงูู ููู ุฌููููู ุงููู
ูุงุกู ููุฅูููู ููุถููู ุงููุนูุงููู
ู ุนูููู ุงููุนูุงุจูุฏู ููููุถููู ุงููููู
ูุฑู ููููููุฉู ุงููุจูุฏูุฑู ุนูููู ุณูุงุฆูุฑู ุงููููููุงููุจู ููุฅูููู ุงููุนูููู
ูุงุกู ููุฑูุซูุฉู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ููุฅูููู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ููู
ู ููููุฑููุซููุง ุฏููููุงุฑูุง ููููุง ุฏูุฑูููู
ูุง ููุฑููุซููุง ุงููุนูููู
ู ููู
ููู ุฃูุฎูุฐููู ุฃูุฎูุฐู ุจูุญูุธูู ููุงููุฑู Artinya Diriwayatkan Katsir bin Qais, ia berkata, saya duduk beserta Abu Darda di masjid Damaskus, kemudian datang laki-laki dan berkata, wahai Abu Darda, saya dari kota Madinah mendatangimu karena ingin mendengar sebuah hadits yang engkau peroleh dari Rasulullah. Tidak ada kepentingan lainnya. Abu Darda pun berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda siapapun yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan membukakan jalan untuknya pintu surga, dan para malaikat meletakkan sayapnya karena rida kepada para penuntut ilmu, dan para penduduk langit bumi, ikan lautan akan memintakan ampunan untuknya, dan sesungguhnya keunggulan ahli ilmu atas ahli ibadah itu laksana keunggulan indahnya malam bulan purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi, sebab para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang memungut ilmu itu, maka ia mendapatkan bagian yang sempurna. Di dalam Al-Qurโan penyebutan ulama tertuang dalam Surat Fatir, 28 ููู
ููู ุงููููุงุณู ููุงูุฏููููุงุจูู ููุงูุฃููุนูุงู
ู ู
ูุฎูุชููููู ุฃูููููุงูููู ููุฐููููู ุฅููููู
ูุง ููุฎูุดูู ุงูููููู ู
ููู ุนูุจูุงุฏููู ุงููุนูููู
ูุงุกู ุฅูููู ุงูููููู ุนูุฒููุฒู ุบููููุฑู Artinya Dan demikian pula di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Sedangkan dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ุฅูู
ุง ูุฎุดู ุงููู ู
ู ุนุจุงุฏู ุงูุนูู
ุงุก ุฃู ุฅูู
ุง ูุฎุดุงู ุญู ุฎุดูุชู ุงูุนูู
ุงุก ุงูุนุงุฑููู ุจู Artinya Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya itu hanyalah ulama maksudnya mereka yang sangat takut kepada Allah adalah ulama yang makrifat kepada Allah. Bila berpijak dari redaksi di atas, maka ciri khas ulama pewaris Nabi adalah mereka yang takut kepada Allah adalah mereka yang makrifat kepada Allah. Dikatakan pewaris, karena para ulama mewarisi ilmu para Nabi, bukan mewarisi materi berupa dirham maupun dinar. Ilmu dalam konteks ini adalah ilmu agama. Sekedar tambahan dari Kiai Mustafa Bisri, bahwa ulama selain memiliki ilmu agama yang luas, rasa takut kepada Allah, ia juga memiliki akhlakul karimah, sehingga memandang masyarakatnya dengan penuh kasih sayang yandzuruna bi ainirrahmah. Bukan membentak, membenci dan menjauhi mereka.